Program Lentera Desa Dekatkan Layanan Publik di Kabupaten OKI

EKSEKUTIF4 Dilihat

WARTADESAKU.CO.ID, Lempuing — Mengurus dokumen kependudukan, membayar pajak kendaraan, membuat kartu pencari kerja, hingga memperoleh layanan kesehatan, kini dapat dilakukan lebih mudah dan dekat dari tempat tinggal warga.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) menginisiasi program Lentera Desa (Layanan Terpadu di Desa), guna memangkas birokrasi jarak.

Melalui terobosan ini, puluhan layanan publik dan sosial dihadirkan dalam satu tempat di Kecamatan Lempuing. Dampaknya, masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan ongkos besar dan menempuh perjalanan jauh menuju pusat ibu kota kabupaten di Kayuagung, untuk mengurus berbagai keperluan administrasi.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari, saat halaman Kantor Camat Lempuing dipadati ratusan warga yang mengantre. Integrasi pelayanan ini sengaja digagas untuk mengurai kendala geografis, yang kerap dikeluhkan oleh masyarakat di wilayah pelosok.

Bupati Kabupaten OKI, H. Muchendi Mahzareki, menegaskan bahwa program Lentera Desa merupakan komitmen konkret jajarannya dalam melakukan jemput bola. Kehadiran negara di tingkat akar rumput, dinilai menjadi kunci utama keberhasilan reformasi birokrasi daerah.

“Tujuan utama program ini adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kami ingin pemerintah, mulai dari bupati, perangkat daerah, camat, hingga kepala desa, benar-benar hadir, bertemu, dan melayani masyarakat secara langsung,” kata H. Muchendi Mahzareki.

Lainnya :  Yandri Susanto dan 10 Asosiasi Desa Sepakat Kawal Program Desa

Efisiensi Fiskal Bukan Penghambat Akses Layanan

Langkah penataan pelayanan publik ini tetap dijalankan secara masif, meski pemerintah daerah tengah dihadapkan pada skema pengetatan anggaran. Keterbatasan instrumen fiskal, disiasati melalui metode kolaborasi lintas sektor, yang melibatkan berbagai institusi vertikal dan pihak swasta.

Menurut H. Muchendi Mahzareki, efisiensi keuangan daerah tidak boleh mengorbankan hak-hak dasar sipil masyarakat. Optimalisasi performa aparatur, justru harus ditingkatkan pada titik-titik krusial pelayanan luar kantor.

“Di tengah keterbatasan anggaran, pelayanan publik tidak boleh ikut terbatas. Justru saat seperti ini dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, desa, dunia usaha, dan masyarakat agar pembangunan tetap berjalan,” ujarnya.

Lainnya :  Mendes PDT Sebut Ponpes Sebagai Pilar Utama Karakter Desa

Komparasi Jarak Layanan Publik di OKI

Sebagai salah satu wilayah terluas di Sumatra Selatan (Sumsel), hambatan utama pelayanan publik di Kabupaten OKI terletak pada jarak tempuh geografis. Dari Kecamatan Lempuing menuju pusat layanan terpadu di Kayuagung, warga harus menempuh jarak sekitar 60 hingga 80 kilometer, dengan waktu tempuh mencapai 1,5 sampai 2 jam perjalanan darat.

Kondisi ini memicu biaya tinggi (high cost) bagi warga desa yang harus merelakan waktu kerja dan biaya transportasi, demi lembar dokumen administrasi. Dengan hadirnya Lentera Desa, waktu penyelesaian berkas dapat dipangkas menjadi hitungan menit di lokasi terdekat.

Secara rinci, pos pelayanan terpadu ini menyediakan fasilitas perekaman KTP elektronik, penerbitan dan perubahan Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, serta akta kematian. Instansi lain juga turut bergabung, mulai dari layanan KB, donor darah, perizinan, pembuatan NPWP, pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), hingga gerai Samsat keliling untuk pajak kendaraan bermotor tahunan.

Selain itu, terdapat layanan dari Dinas Sosial, pembuatan kartu pencari kerja (AK-1), penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), perpustakaan keliling, pelayanan kesehatan hewan, hingga pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Lainnya :  Herman Deru Tinjau Posbankum Desa Siju di Kabupaten Banyuasin

Integrasi Sektor Sosial, Komunitas, dan Infrastruktur CSR

Camat Lempuing, Jamhari, menyatakan bahwa program ini menjadi jawaban atas aspirasi warga yang menginginkan kemudahan akses pemenuhan dokumen hukum. Kendala transportasi kini dapat diminimalisasi secara signifikan.

“Lentera Desa sangat dinantikan masyarakat. Dengan hadirnya berbagai layanan di kecamatan, warga tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Kayuagung. Berbagai kebutuhan administrasi dapat diselesaikan dalam satu tempat,” terang Jamhari.

Tidak hanya sektor administrasi, agenda ini dirangkai dengan kegiatan sosial berupa khitanan massal yang diikuti lebih dari 100 anak, serta prosesi wisuda bagi 31 peserta Sekolah Lansia dari Desa Bumi Agung. Guna menjaga kelestarian lingkungan, dilakukan pula aksi penanaman pohon di area sekitar kecamatan.

Sisi kreatif pemuda juga diwadahi melalui ajang Lempuing Motor Show yang memperlombakan delapan kategori komunitas pencinta otomotif roda dua. Sinergi ini juga ditandai dengan penyerahan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Niaga Utama Kencana, berupa pembangunan jalan cor beton sepanjang 325 meter dengan lebar enam meter di Desa Tugu Agung, guna menyokong mobilitas ekonomi petani lokal.

Manfaat langsung ini dirasakan oleh Rizki (24), warga Desa Cahya Maju. Dirinya mengaku senang karena tidak perlu kehilangan waktu produktif seharian untuk mengurus berkas kerja.

“Biasanya kalau mengurus administrasi harus ke Kayuagung dan menghabiskan waktu seharian. Sekarang cukup datang ke Lentera Desa, semua layanan tersedia di sini. Sangat membantu masyarakat, terutama kami yang tinggal jauh dari ibu kota kabupaten,” ungkap Rizki.

Apresiasi serupa dituturkan oleh Sulastri (56), warga Desa Bumi Agung, yang memanfaatkan pos layanan kependudukan secara gratis. Menurutnya, kejelasan alur informasi dari petugas, membuat proses pembaruan data keluarganya berjalan cepat tanpa hambatan. (wah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *