Kisah Mahasiswa Jakarta Pilih Ngabdi di Daerah Transmigrasi Papua

EKSEKUTIF50 Dilihat

WARTADESAKU.ID — Bagi sebagian orang, Jakarta adalah tempat mengejar pendidikan, membangun karier, dan meraih berbagai peluang. Namun, jalan berbeda dipilih oleh Nabilah Khansa Islam Arsyi dan Debora Angelica Pardede. Keduanya memilih meninggalkan kenyamanan ibu kota untuk bergabung ke kawasan transmigrasi di Tanah Papua.

Langkah tersebut diambil melalui keikutsertaan mereka dalam Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026. Program dari Kementerian Transmigrasi ini, melibatkan generasi muda dari berbagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia untuk belajar bersama warga, memetakan potensi wilayah, serta menyusun rekomendasi pembangunan kawasan.

Peran Generasi Muda dalam Pembangunan Transmigrasi

Nabilah Khansa Islam Arsyi, mahasiswa Universitas Brawijaya asal Jakarta Selatan, akan bertugas di kawasan transmigrasi Klamono–Segun, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Baginya, program ini merupakan ruang belajar yang tidak bisa ditemukan di dalam kelas perkuliahan.

Lainnya :  Program Lentera Desa Dekatkan Layanan Publik di Kabupaten OKI

“Saya ingin hadir bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai pribadi yang siap mendengar, berkolaborasi, dan berkontribusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Nabilah, sapaan akrabnya.

Ia menyadari bahwa kehidupan di lapangan akan jauh berbeda dengan kesehariannya di Jakarta. Meski demikian, tantangan tersebut dipandang sebagai bagian dari proses pendewasaan diri dan cara untuk mengenal Indonesia lebih dekat melalui realitas sosial di lapangan.

Semangat serupa juga ditunjukkan oleh Debora Angelica Pardede. Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) asal Jakarta Timur ini akan menjalani penugasan di Momiwaren, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat.

Lainnya :  Mendes PDT Sebut Ponpes Sebagai Pilar Utama Karakter Desa

Bersama timnya, Debora Angelica Pardede akan memfokuskan pendampingan pada sektor ekonomi kreatif, identifikasi sarana prasarana, hingga analisis rantai pasok lokal. Data dan rekomendasi yang dihasilkan nantinya, diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

Konteks Kebijakan dan Dampak bagi Daerah

Kehadiran program Tim Ekspedisi Patriot menjadi salah satu instrumen penting dalam pendekatan pembangunan berbasis kawasan. Berdasarkan data Kementerian Transmigrasi, wilayah transmigrasi di luar Jawa, termasuk Papua, memegang peranan strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Lainnya :  Wamenkop Minta Pengelola Koperasi Lakukan Digitalisasi

Keterlibatan mahasiswa tidak hanya memberikan bantuan tenaga pendamping, tetapi juga membawa sudut pandang akademis yang segar. Data primer yang dikumpulkan langsung dari lapangan akan membantu pemerintah memetakan hambatan struktural secara lebih akurat, mulai dari persoalan logistik hingga pengembangan potensi komoditas lokal.

Dari hiruk pikuk Jakarta, Nabilah dan Debora membuktikan bahwa pengabdian nyata dapat dimulai dari langkah kecil di ujung timur Indonesia. Dari sanalah, kontribusi generasi muda diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan dan kemandirian kawasan transmigrasi. (ohs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *