Mendes PDT Sebut Ponpes Sebagai Pilar Utama Karakter Desa

KABAR EKSEKUTIF21 Dilihat

WARTADESAKU.CO.ID, Mojokerto — Keberadaan Pondok Pesantren (Ponpes) di wilayah perdesaan, dinilai memegang peranan yang sangat krusial bagi ketahanan nasional. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Republik Indonesia, Yandri Susanto, menegaskan bahwa lembaga pendidikan Islam tradisional ini, memiliki andil besar dalam membentuk fondasi moral dan karakter masyarakat desa.

Kontribusi tersebut dinilai telah teruji oleh waktu, bahkan jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Melalui jaringan madrasah dan pesantren, lembaga-lembaga ini secara konsisten terus melahirkan generasi penerus bangsa yang memiliki komitmen kebangsaan yang kuat.

“Kami meyakini lembaga pondok pesantren sudah teruji sepanjang republik ini ada, bahkan sebelum republik ini ada,” ujar Yandri Susanto saat memberikan sambutan pada Prosesi Wisuda Kelas Akhir Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Minggu, 14 Juni 2026.

Filter Budaya Asing di Tengah Modernisasi

Di era keterbukaan informasi saat ini, tantangan yang dihadapi generasi muda di wilayah perdesaan semakin kompleks. Masuknya penetrasi digital dan budaya asing berpotensi mengikis nilai-nilai luhur dan kearifan lokal jika tidak diimbangi dengan benteng spiritual yang kokoh.

Yandri Susanto menambahkan bahwa pola pengasuhan dan pengawasan nonstop selama 24 jam di lingkungan pesantren menjadi solusi efektif. Metode ini dinilai mampu menyaring pengaruh negatif luar sekaligus menanamkan kedisiplinan hidup secara mandiri kepada para santri.

Pemerintah juga tidak menampik adanya tantangan berupa isu miring yang sesekali menerpa institusi pesantren akibat ulah segelintir oknum. Meski demikian, marwah institusi pendidikan Islam secara keseluruhan diyakini tetap kuat dan dipercaya oleh masyarakat luas.

“Kita doakan pondok pesantren terus menjadi kebanggaan kita semua, walaupun ada oknum-oknum yang mencederai nilai-nilai mulia pondok pesantren hari ini,” jelasnya dikutip dari laman resmi Kemendesa.

Relevansi dan Transformasi Ekonomi Pesantren di Sumsel

Pernyataan Yandri Susanto, mengenai peran strategis pesantren ini, memiliki korelasi kuat dengan arah pembangunan wilayah di Sumatra Selatan (Sumsel). Bumi Sriwijaya yang kaya akan wilayah perdesaan, seperti di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Musi Rawas, hingga Musi Rawas Utara (Muratara), kini mulai menempatkan institusi keagamaan sebagai mitra strategis pembangunan.

Pesantren-pesantren di wilayah Sumsel, kini tidak lagi membatasi diri pada kurikulum teologis semata. Institusi ini mulai bertransformasi menjadi salah satu motor penggerak ekonomi perdesaan yang potensial.

Melalui program pemberdayaan santri, banyak unit pondok pesantren di Sumsel yang kini aktif mengelola sektor agrobisnis, perkebunan, hingga industri kreatif skala Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Sinergi ini tidak hanya melahirkan lulusan yang cakap secara spiritual, tetapi juga mandiri secara finansial serta mampu membuka lapangan kerja baru bagi warga desa di sekitarnya. (ohs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *