Wakil Presiden Republik Indonesia Dorong Digitalisasi Produk Unggulan Desa ke Ekspor

EKSEKUTIF10 Dilihat

WARTADESAKU.CO.IDWakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menekankan tentang pentingnya penguatan kapasitas pelaku usaha di tingkat desa. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi jajaran pengurus Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada hari Kamis, tanggal 13 Agustus 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Gibran Rakabuming Raka mendorong agar para pelaku usaha di perdesaan mulai melakukan transformasi digital. Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal, sekaligus memperluas akses pasar hingga ke level ekspor.

Lainnya :  Kisah Mahasiswa Jakarta Pilih Ngabdi di Daerah Transmigrasi Papua

Strategi Pemerataan Ekonomi dari Desa

Pengembangan potensi ekonomi desa, merupakan salah satu elemen kunci dalam menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah. Gibran Rakabuming Raka menegaskan, upaya ini selaras dengan pelaksanaan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang berfokus pada pembangunan dari desa untuk memperkuat kemandirian masyarakat.

Ketua Umum APUDSI, Maulidan Isbar, mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, pihaknya membahas komoditas unggulan desa yang memiliki potensi besar di pasar global. Ia juga mengapresiasi arahan Wakil Presiden, agar organisasi lebih intensif turun ke lapangan.

“Arahannya dimaksimalkan untuk sering turun ke lapangan dan membantu produsen di tingkat bawah. Baik itu produsen kopi, kakao, rumput laut, hingga ikan, agar mereka mendapatkan harga yang layak atas hasil produksi mereka,” ujar Maulidan Isbar.

Lainnya :  Herman Deru Tinjau Posbankum Desa Siju di Kabupaten Banyuasin

Peran Strategis APUDSI dalam Ekosistem Desa

APUDSI sendiri hadir sebagai organisasi yang menjembatani kolaborasi dan pendampingan bagi pelaku usaha di perdesaan. Dengan struktur organisasi yang menjangkau hingga ke tingkat desa, asosiasi ini berupaya membangun ekosistem usaha yang inklusif dan modern.

Organisasi ini menjalankan peran strategis melalui beberapa tingkatan, mulai dari koordinasi di tingkat kabupaten dan kota, hingga menghadirkan perwakilan luar negeri. Perwakilan global tersebut berfungsi sebagai jembatan untuk mempromosikan produk-produk desa Indonesia ke pasar internasional.

Dengan dukungan pemerintah dan sinergi bersama organisasi seperti APUDSI, diharapkan komoditas desa tidak lagi sekadar menjadi bahan mentah.

Melalui peningkatan kapasitas SDM dan pemanfaatan teknologi, desa-desa di Indonesia, termasuk di kawasan Musi dan Sumatera Selatan, berpeluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing global. (ohs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *